Ahad, 23 November 2025 / 2 Jumadil Akhir 1447

ONE DAY ONE HADITS
Ahad, 23 November 2025 / 2 Jumadil Akhir 1447



Do'a Memohon Perlindungan Diri dari Dosa yang Telah dan Belum Dilakukan

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ:
 كَانَ النَّبِيُّ صل الله عليه وسلم يَدْعُو فَيَقُولُ:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَمِلْتُ، وَمِنْ شَرِّ مَا لَمْ أَعْمَلْ.
 رواه مسلم (كتاب الذكر والدعاء، رقم 2716)


Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata:
"Nabi shalallahu alaihi wa salam berdoa dan berkata:

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang telah aku lakukan, dan dari kejahatan apa yang belum aku lakukan."
(HR. Muslim, no. 2716)

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits :

1- Pengakuan akan kelemahan diri.
Rasulullah shalallahu alaihi wa salam mengajarkan kita untuk mengakui bahwa manusia tidak lepas dari kesalahan, baik yang sudah terjadi maupun yang mungkin terjadi di masa depan.
2- Memohon perlindungan dari dampak dosa. Dosa memiliki akibat dan pengaruh buruk bagi hati, kehidupan, dan akhirat. Doa ini memohon agar Allah melindungi kita dari dampak kelam tersebut.
3- Menunjukkan kehati-hatian dalam hidup. Orang beriman tidak hanya takut pada dosa yang sudah dilakukan, tapi juga berhati-hati agar tidak terjerumus pada dosa di masa depan.
4- Meneladani doa Nabi shalallahu alaihi wa salam. Doa ini ringkas namun sangat menyeluruh. Kita dianjurkan untuk mengamalkannya secara rutin dalam doa pribadi.
5- Mengajarkan pentingnya introspeksi (muhasabah). Seorang Muslim seharusnya selalu mengevaluasi diri: apa yang sudah diperbuat dan apa yang berpotensi ia lakukan. Kesadaran ini merupakan kunci menuju perbaikan.
6- Perlindungan Allah adalah yang utama. Meski manusia berusaha menjauhi dosa, pada akhirnya hanya pertolongan Allah yang dapat menjaga seorang hamba dari kejahatan dirinya sendiri.

Tema hadits yang berkaitan dengan Al Qur'an :

1- Memohon perlindungan dari kejahatan diri. Bahwa manusia dapat berbuat salah dan perlu memohon perlindungan serta ampunan dari Allah

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا

Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menzalimi diri kami sendiri…"
(QS. Al-A'rāf: 23)

2- Kejahatan diri dan dosa berasal dari nafsu. Memohon perlindungan dari kejahatan yang telah diperbuat dan yang belum diperbuat.

إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي

Sesungguhnya jiwa itu benar-benar selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali jiwa yang diberi rahmat oleh Tuhanku.(QS. Yūsuf: 53)

3- Allah mengetahui segala amal manusia baik masa lalu atau yang akan datang. Bahwa Allah mengetahui seluruh amal, sehingga wajar seorang hamba memohon perlindungan dari konsekuensi amal buruknya.

يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُسِرُّونَ وَمَا تُعْلِنُونَ

Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan.(QS. At-Taghābun: 4)

4- Memohon perlindungan dari akibat dosa. Doa perlindungan dari dampak dosa, sejalan dengan makna hadits

رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka."
(QS. Ali 'Imrān: 16)

5- Anjuran bertobat dari dosa yang telah lalu dan menjauhi dosa yang akan datang. Dorongan untuk bertaubat dari dosa yang telah dilakukan dan berhati-hati dari dosa yang belum terjadi.

 وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Dan bertobatlah kalian kepada Allah wahai orang-orang yang beriman agar kalian beruntung.
(QS. An-Nūr: 31)

Komentar